Ilmu Alamiah Dasar : contoh kasus perilaku manusia yang menyebabkan perubahan tatanan; baik lingkungan maupun kebudayaan
Afika Nur Fadilah Fikri
50216279
1DF03
PENDAHULUAN
50216279
1DF03
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan sosial merupakan
suatu wujud dinamika yang menjadi inti jiwa masyarakat. Jadi, masalah perubahan
sosial telah menjadi topik yang menarik bagi banyak sosiolog modern, terutama
dalam hubungannya dengan pembangunan ekonomi yang diusahakan oleh banyak
masyarakat negara-negara yang memperoleh kemerdekaan politiknya setelah Perang
Dunia II. Perubahan sosial itu didorong oleh rangsangan terhadap kemauan untuk
bertindak.
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu
perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat
dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun
keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai,
norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antar manusia,
organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang maka yang menjadi
permasalahan fenomena kerusakan lingkungan adalah:
1.
Apa yang melatar
belakangi terjadinya perubahan social
2.
Bentuk-Bentuk
Perubahan Sosial Budaya dan Penyebabnya serta contoh kasus tentang perilaku
manusia yang menyebabkan perubahan tatanan lingkungan, baik alam maupun sosial
PEMBAHASAN
1. Perubahan Sosial
Perubahan yang paling awal dapat muncul adalah
adanya kebutuhan setiap individu sebagai anggota masyarakat dalam menanggapi
lingkungannya. Hal itu mengakibatkan terjadinya interaksi sosial antar
individu, baik antar warga masyarakat setempat maupun dengan warga masyarakat
lain yang saling mempengaruhi. Menurut Bonner, interaksi sosial adalah suatu
hubungan antara dua individu atau lebih yang saling memengaruhi, mengubah, atau
memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Dalam interaksi
sosial, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi seperti imitasi, sugesti,
identifikasi, dan simpati. Keempat faktor tersebut membuat individu memilih
untuk melakukan interaksi sosial yang hasilnya adalah menanggapi setiap gerak
kehidupan dalam masyarakat. Tanggapan anggota masyarakat tersebut terutama
dalam menanggapi tradisi yang berlaku.
Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat terjadi
karena masyarakat tersebut menginginkan perubahan. Perubahan juga dapat terjadi
karena adanya dorongan dari luar sehingga masyarakat secara sadar ataupun tidak
akan mengikuti perubahan. Perubahan yang menyangkut kehidupan manusia atau
terkait dengan lingkungan fisik, alam, dan sosial disebut perubahan sosial.
Perubahan sosial cepat atau lambat senantiasa terjadi dan tidak dapat dihindari
oleh siapapun. Suatu perubahan bergantung dan ditentukan oleh masyarakat itu sendiri.
Perubahan dapat berarti suatu perkembangan yang sesuai dengan tujuan atau dapat
juga tidak sesuai dengan yang hendak dicapai. Oleh karena itu, orang perlu
mengetahui mengapa perubahan dapat terjadi dan mengapa masyarakat perlu
menanggapi atau menyesuaikan dengan perubahan.
Pengertian
perubahan sosial menurut para sosiolog.
ü William F. Ogburn (1964: ), mengemukakan bahwa ruang
lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan material dan
immaterial, yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material
terhadap unsur-unsur immaterial.
ü Kingsley Davis (1960: ), mengartikan perubahan
sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan
fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis
telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan
yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan
politik.
ü Mac Iver (1937: 272), mengartikan bahwa perubahan
sosial sebagai perubahan dalam hubungan sosial (perubahan yang dikehendaki dan
perubahan yang tidak dikehendaki) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan
(equilibrium) hubungan sosial.
ü Gillin dan Gillin (1957: 279), mengartikan perubahan
sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima, baik karena
perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk,
dan ideologi maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam
masyarakat.
ü Selo Soemardjan (1962: 379), merumuskan perubahan
sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam
suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya
nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam
masyarakat.
2. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya dan
Penyebabnya serta contoh kasus tentang perilaku manusia yang menyebabkan
perubahan tatanan lingkungan, baik alam maupun social
Ø Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat
Perubahan lambat
disebut juga evolusi. Perubahan tersebut terjadi karena usaha-usaha masyarakat
dalam menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan kondisi-kondisi baru yang
timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. Contoh perubahan evolusi adalah
perubahan pada struktur masyarakat. Suatu masyarakat pada masa tertentu bentuknya
sangat sederhana, namun karena masyarakat mengalami perkembangan, maka bentuk
yang sederhana tersebut akan berubah menjadi kompleks. Perubahan cepat disebut
juga dengan revolusi, yaitu perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan
atau lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Seringkali
perubahan revolusi diawali oleh munculnya konflik atau ketegangan dalam
masyarakat, ketegangan-ketegangan tersebut sulit dihindari bahkan semakin
berkembang dan tidak dapat dikendalikan. Terjadinya proses revolusi memerlukan
persyaratan tertentu. Berikut ini beberapa persyaratan yang mendukung
terciptanya revolusi.
a. Ada keinginan umum untuk mengadakan suatu
perubahan.
b. Adanya seorang
pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat tersebut.
c. Harus bisa
memanfaatkan momentum untuk melaksanakan revolusi.
d. Harus ada tujuan
gerakan yang jelas dan dapat ditunjukkan kepada rakyat.
e. Kemampuan pemimpin
dalam menampung, merumuskan, serta menegaskan rasa tidak puas masyarakat dan
keinginan-keinginan yang diharapkan untuk dijadikan program dan arah gerakan
revolusi.
Contoh perubahan secara
revolusi adalah gerakan Revolusi Islam Iran pada tahun 1978-1979 yang berhasil
menjatuhkan pemerintahan Syah Mohammad Reza Pahlevi yang otoriter dan mengubah
sistem pemerintahan monarki menjadi sistem Republik Islam dengan Ayatullah
Khomeini sebagai pemimpinnya.
Ø Perubahan Kecil dan Perubahan Besar
Perubahan kecil adalah
perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh
langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contoh perubahan kecil
adalah perubahan mode rambut atau perubahan mode pakaian. Sebaliknya, perubahan
besar adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang
membawa pengaruh langsung atau pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh
perubahan besar adalah dampak ledakan penduduk dan dampak industrialisasi bagi
pola kehidupan masyarakat.
Ø Perubahan yang Dikehendaki atau Direncanakan dan
Perubahan yang Tidak Dikehendaki atau Tidak Direncanakan
Perubahan yang
dikehendaki atau yang direncanakan merupakan perubahan yang telah diperkirakan
atau direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak melakukan
perubahan di masyarakat. Pihak-pihak tersebut dinamakan agent of change, yaitu
seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan masyarakat untuk
memimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan yang bertujuan untuk
mengubah suatu sistem sosial. Contoh perubahan yang dikehendaki adalah
pelaksanaan pembangunan atau perubahan tatanan pemerintahan, misalnya perubahan
tata pemerintahan Orde Baru menjadi tata pemerintahan Orde Reformasi. Perubahan
yang tidak dikehendaki atau yang tidak direncanakan merupakan perubahan yang
terjadi di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya
akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan.
Contoh perubahan yang
tidak dikehendaki atau tidak direncanakan adalah munculnya berbagai peristiwa
kerusuhan menjelang masa peralihan tatanan Orde Lama ke Orde Baru dan peralihan
tatanan Orde Baru ke Orde Reformasi.
Ø Sebab-Sebab
Perubahan Sosial Budaya
Perubahan
sosial dan kebudayaan di masyarakat dapat terjadi karena adanya sebab-sebab
yang berasal dari masyarakat sendiri atau yang berasal dari luar masyarakat.
a.
Sebab-Sebab yang Berasal dari Dalam Masyarakat (Sebab
Intern)
Berikut
ini sebab-sebab perubahan sosial yang bersumber dari dalam masyarakat (sebab
intern)
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
1) Dinamika penduduk, yaitu pertambahan dan penurunan jumlah penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang berkembang di masyarakat, baik penemuan yang bersifat baru (discovery) ataupun penemuan baru yang bersifat menyempurnakan dari bentuk penemuan lama (invention).
3) Munculnya berbagai bentuk pertentangan (conflict) dalam masyarakat.
4) Terjadinya pemberontakan atau revolusi sehingga mampu menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar. Misalnya, Revolusi Rusia (Oktober 1917) yang mampu menggulingkan pemerintahan kekaisaran dan mengubahnya menjadi sistem diktator proletariat yang dilandaskan pada doktrin Marxis. Revolusi tersebut menyebabkan perubahan yang mendasar, baik dari tatanan negara hingga tatanan dalam keluarga.
b.
Sebab-Sebab yang Berasal dari Luar Masyarakat (Sebab
Ekstern)
Perubahan sosial dan kebudayaan juga dapat terjadi karena
adanya sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (sebab ekstern). Berikut
ini sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat.
1)
Adanya pengaruh bencana alam. Kondisi ini terkadang
memaksa masyarakat suatu daerah untuk mengungsi meninggalkan tanah
kelahirannya. Apabila masyarakat tersebut mendiami tempat tinggal yang baru,
maka mereka harus menyesuaikan diri dengan keadaan alam dan lingkungan yang
baru tersebut. Hal ini kemungkinan besar juga dapat memengaruhi perubahan pada
struktur dan pola kelembagaannya.
2)
Adanya peperangan, baik perang saudara maupun perang
antarnegara dapat me-nyebabkan perubahan, karena pihak yang menang biasanya
akan dapat memaksakan ideologi dan kebudayaannya kepada pihak yang kalah.
3)
Adanya pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Bertemunya
dua kebudayaan yang berbeda akan menghasilkan perubahan. Jika pengaruh suatu
kebudayaan dapat diterima tanpa paksaan, maka disebut demonstration effect.
Jika pengaruh suatu kebudayaan saling menolak, maka disebut cultural animosity.
Jika suatu kebudayaan mempunyai taraf yang lebih tinggi dari kebudayaan lain,
maka akan muncul proses imitasi yang lambat laun unsur-unsur kebudayaan asli
dapat bergeser atau diganti oleh unsur-unsur kebudayaan baru tersebut.
Faktor
Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial Budaya
1. Faktor-Faktor Pendorong Perubahan
a.
Adanya Kontak
dengan Kebudayaan Lain
Kontak dengan
kebudayaan lain dapat menyebabkan manusia saling berinteraksi dan mampu
menghimpun penemuan-penemuan baru yang telah dihasilkan. Penemuan-penemuan baru
tersebut dapat berasal dari kebudayaan asing atau merupakan perpaduan antara
budaya asing dengan budaya sendiri. Proses tersebut dapat mendorong pertumbuhan
suatu kebudayaan dan memperkaya kebudayaan yang ada.
b.
Sistem
Pendidikan Formal yang Maju
Pendidikan memberikan
nilai-nilai tertentu bagi manusia, terutama membuka pikiran dan mem-biasakan
berpola pikir ilmiah, rasional, dan objektif. Hal ini akan memberikan kemampuan
manusia untuk menilai apakah kebudayaan masyarakatnya dapat memenuhi
perkembangan zaman atau tidak.
c.
Sikap Menghargai
Hasil Karya Orang Lain
Penghargaan terhadap
hasil karya seseorang akan mendorong seseorang untuk berkarya lebih baik lagi,
sehingga masyarakat akan semakin terpacu untuk menghasilkan karya-karya lain.
d.
Toleransi
terhadap Perbuatan yang Menyimpang
Penyimpangan sosial
sejauh tidak melanggar hukum atau merupakan tindak pidana, dapat merupakan
cikal bakal terjadinya perubahan sosial budaya.Untuk itu, toleransi dapat diberikan
agarsemakin tercipta hal-hal baru yang kreatif.
e.
Sistem Terbuka
Masyarakat ( Open Stratification )
Sistem terbuka
memungkinkan adanya gerak sosial vertikal atau horizontal yang lebih luas
kepada anggota masyarakat. Masyarakat tidak lagi mempermasalahkan status sosial
dalam menjalin hubungan dengan sesamanya. Hal ini membuka kesempatan kepada
para individu untuk dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
f.
Heterogenitas
Penduduk
Di dalam masyarakat
heterogen yang mempunyai latar belakang budaya, ras, dan ideologi yang berbeda
akan mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial.
Keadaan demikian merupakan pendorong terjadinya perubahan-perubahan baru dalam
masyarakat dalam upayanya untuk mencapai keselarasan sosial.
g.
Orientasi ke
Masa Depan
Pemikiran yang selalu
berorientasi ke masa depan akan membuat masyarakat selalu berpikir maju dan
mendorong terciptanya penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan
perkembangan dan tuntutan zaman.
h.
Ketidakpuasan
Masyarakat terhadap Bidang-Bidang Tertentu
Ketidakpuasan yang
berlangsung lama di kehidupan masyarakat dapat menimbulkan reaksi berupa
perlawanan, pertentangan, dan gerakan revolusi untuk mengubahnya.
Daftar Pustaka
1. http://cantrawayang.blogspot.co.id/2013/08/pengertian-perubahan-sosial-contoh.html
2. http://inaharta09.blogspot.co.id/2013/01/perubahan-sosial-budaya-dalam-masyarakat.html
Komentar
Posting Komentar