“Pendidikan kewarganegaraan”
Nama
kelompok (3) :
1.
Afika Nur Fadilah Fikri(50216279)
2.
Lusia Yudith
3.
Marita ardelia
4. Niluh
putu arista sintya
5.
Nuraini
Kelas : 1DF03
WAWASAN NUSANTARA
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD
1945
PAHAM KEKUASAAN
WAWASAN NUSANTARA
Paham kekuasaan menurut :
1. Machiavelli
: paham ini memandang harus adanya suatu kekuatan politik yang besar guna mempertahankan
kedigdayaan suatu negara.
2. Paham
kaisar Napoleon Bonaparte : untuk mempertahankan suatu negara diperlukan
dukungan penuh dari kondisi sosial budaya berupa penciptaan ilmu pengetahuan
dan teknologi sehingga mampu melahirkan kondisi pertahanan dan keamanan yang
solid.
3. Jenderal
Causewitz : perang dianggap sebagai suatu hal yang harus dilakukan untuk
mempertahankan kekuasaan dan pencapaian tujuan nasional suatu negara.
Teori- teori
Geopolitik
1. Riederich
Ratzel
There is in this small planet, sufficient
space for only one great state. itulah semboyan dari frederich Ratzel yang
terkenal. teori menyatakan bahwa :
Suatu bangsa dalam
mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hukum alam. Hanya
bangsa yang unggul yang dapat bertahan hidup terus dan langgeng.
Semakin tinggi
budaya bangsa semakin besar kebutuhan atau dukungan sumber daya alam. Apabila
tidak terpenuhi maka bangsa tsb akan mencari pemenuhan kebutuhan kekayaan alam
diluar wilayahnya (ekspansi). Apabila ruang hidup negara (wilayah) sudah tidak
mencukupi, maka dapat diperluas dengan mengubah batas negara baik secara damai
maupun dengan kekerasan/perang.
2.
James Burnham
adalah seorang
pionir dalam pengembangan geopolitik antikomunisme sebuah aksioma geopolitik
bahwa jika ada satu daya berhasil mengatur [Eurasia] Heartland dan hambatan
luar, kekuatan itu pasti akan menguasai dunia.”
3.
Karl Haushofer (1896-1946)
Suatu bangsa dalam mempertahankan
hidupnya tidak terlepas dari hukum alam, sehingga hal ini menjurus pada
ekspansionisme. Kekuasaan imperium daratan yang kompak akan dapat menandingi
kekuasaan imperium Maritim dalam penguasaan laut. Beberapa negara besar dunia
akan menguasai Eropa, Afrika, Asia Barat, Asia Timur Raya.
LATAR BELAKANG
FILOSOFIS WAWASAN NUSANTARA
Menurut S. Sumarsono, 2005 :
1)
Latar belakang pemikiran filsafat Pancasila
2)
Latar belakang pemikiran aspek kewilayahan Indonesia
3)
Latar belakang pemikiran aspek sosial budaya
Indonesia
4)
Latar belakang pemikiran aspek kesejarahan
Indonesia
IMPLEMENTASI WAWASAN
NUSANTARA
a. Implementasi
dalam kehidupan politik
Hal yang perlu diperhatikan dalam
mengimplementasikan wawasan nusantara dalam kehidupan politik, yaitu:
Ø
Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam
undang-undang, seperti UU partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan
Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan
mementingkan persatuan bangsa. Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota
DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan,
sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Ø
Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan
bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh bangsa
Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa
pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan
oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak
bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
Ø
Memperkuat komitmen politik terhadap partai
politik dan lembaga pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan dan
kesatuan.
Ø
Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah
internasional dan memperkuat korps diplomatic sebagai upaya penjagaan wilayah
Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.
b.
Implementasi dalam kehidupan Ekonomi
Wilayah nusantara mempunyai
potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang
luas,hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta
memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, implementasi dalam
kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan
perindustrian
Ø
Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan
dan keseimbangan antardaerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi daerah
dapat menciptakan upaya dalam keadilanekonomi.
Ø
Pembangunan ekonomi harus melibatkan partisipasi
rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan
usaha kecil.
c.
Implementasi dalam kehidupan Pertahanan
Keamanan.
Membagun TNI Profesional merupakan
implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan.
Ø
Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan
harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif,
karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti
memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin,
melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan belajar
kemiliteran.
Ø
Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu
daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini
dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga
negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
Ø
Membangun TNI yang profesional serta menyediakan
sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia,
terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.
LANDASAN
WAWASAN NUSANTARA
Landasan wawasan nusantara dalam paradigma
nasional dapat dilihat dari stratifiskasinya sebagai berikut:
a.
Landasan Idiil
Pancasila
sebagai falsafah ideologi bangsa dan dasar negara. Karena pada hakikatnya
wawasan nusantara merupakan perwujudan dari pancasila. Pancasila merupakan
kesatuan yang bulat dan utuh serta mengandung paham keseimbangan, keselarasan,
dan keseimbangan. Maka wawasan nusantara mengarah kepada terwujudnya kesatuan
dan keserasian dalam bidang-bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan
pertahanan keamanan.
b.
Landasan Kontitusional
UUD
1945 yang merupakan landasan konstitusi dasar negara, yang menjadi pedoman
pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara kesatuan
yang berbentuk republik (Pasal 1 UUD 1945) yang kekuasaan tertingginya ada pada
rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.
c.
Landasan Visional.
Landasan
visional atau tujuan nasional wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa
indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat ,
yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu :
– Melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh
tumpah darah Indonesia
–Memajukan kesejahteraan umum
– Mencerdaskan kehidupan bangsa
– Ikut melaksanakan ketertiban dunia
d.
Landasan Konsepsional
Ketahanan
nasional, yaitu merupakan kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan
yang mengandung kemampuan mengembangkan kemampuan sebagai konsepsi nasional,
berkedudukan sebagai landasan konsepsional. Dalam upaya mencapai cita-cita dan
tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia mengahadapi berbagai ancaman, tantangan,
hambatan dan gangguan (HTAG). Agar dapat mengatasinya, bangsa indonesia harus
memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
e.
Landasan Operasional
GBHN
adalah sebagi landasan wawasan operasional dalam wawasan nusantara, yang
dikukuhkan MPR dalam ketetapan Nomor : IV/MPR/1973 pada tanggal 22 Maret 1973.
UNSUR WAWASAN
NUSANTARA
a. Wadah (Contour)
b. Isi (Content)
c. Tata laku (Conduct)
HAKEKAT WAWASAN
NUSANTARA
Ø
Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan
nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh
dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.
Ø
Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak
secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk
produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara.
ASAS WAWASAN
NUSANTARA
Asas merupakan ketentuan –
ketentuan atau kaidah – kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara,
dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia
terhadap kesepakatan bersama yang terdiri dari :
·
Kepentingan yang sama
·
Keadilan
·
Kejujuran
·
Solidaritas
·
Kerja sama
·
Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan
bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam ke-bhinekaan.
KEDUDUKAN FUNGSI DAN TUJUAN WAWASAN NUSANTARA
Kedudukan Wawasan Nusantara = Kedudukan Wawasan Nusantara berada di dalam HIRARKI PARADIGMA NASIONAL
sebagai berikut (S Sumarsono, 2005, hal 87)
O
Hirarki I = Landasan Idiil = PANCASILA sebagai
falsafah, ideologi bangsa, dasar negara
O
Hirarki
II = Landasan Konstitusional = UUD 1945
O
Hirarki III = Landasan Visional = Wawasan
Nusantara
O
Hirarki IV = Landasan Konsepsional = Ketahanan
Nasional
O
Hirarki V = Landasan Operasional = GBHN
(Garis-garis Besar Haluan Negara)
Fungsi Wawasan Nusantara adalah sebagai pedoman, motivasi,
dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan,
tindakan dan perbuatan bagi penyelenggaraan negara di tingkat pusat dan daerah
maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara (S Sumarsono, 2005, hal 90)
Tujuan Wawasan
Nusantara adalah mewujudkan NASIONALISME yang tinggi di segala aspek
kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari
pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku, atau daerah (S Sumarsono,
2005, hal 90)
TANTANGAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA DENGAN ADANYA ERA BARU
KAPITALISME
a.
Pemberdayaan Masyarakat
John Naisbit dalam bukunya GLOBAL PARADOX
menyatakan : negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada
rakyatnya.
Pemberdayaan masyarakat dalam arti
memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk
mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju
dengan Buttom Up Planning, sedang untuk negara berkembang dengan Top Down
Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia, sehingga
diperlukan landasan operasional berupa GBHN. Kondisi nasional (Pembangunan)
yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi
integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah
tertinggal.
b. Dunia
Tanpa Batas
·
Perkembangan IPTEK
Mempengaruhi pola, pola sikap dan pola
tindak masyarakat dalam aspek kehidupan. Kualitas sumber daya Manusia merupakan
tantangan serius dalam menghadapi tantangan global.
·
Kenichi Omahe
dalam bukunya Borderless Word dan The End
of Nation State menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas
wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun
kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang
berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang makin individual. Untuk
dapat menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan
pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan
masyarakat.
c. Era
Baru Kapitalisme
·
Sloan dan Zureker
Dalam bukunya Dictionary of Economics
menyatakan : “Kapitalisme adalah suatu sistim ekonomi yang didasarkan atas hak
milik swasta...” Di era baru kapitalisme, sistem ekonomi untuk mendapatkan
keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua
aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya
keseimbangan.
·
Lester Thurow
Dalam bukunya The Future of Capitalism
menyatakan : “untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat
strategi baru...” Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka
mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang
dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia,
Lingkungan hidup.
4. Kesadaran Warga Negara
a. Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban.
Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan
kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat
dipisahkan.
b. Kesadaran
bela negara
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah
perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan
sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan
dan memelihara persatuan. Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara
mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.
Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara
Diperlukan adanya kesadaran WNI
untuk :
·
mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan
kewajiban warganegara dengan negara, sehingga sadar sebagai bangsa indonesia.
·
Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa
yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi
wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara
pandang.
Komentar
Posting Komentar