Pengertian, unsur-unsur, tujuan, manfaat, dan contoh Komunikasi Bisnis
1.
Pengertian komunikasi bisnis
Komunikasi
bisnis adalah pertukaran gagasan dan informasi yang memiliki tujuan tertentu
yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau
sinyal. Komunikasi bisnis harus/ada melibatkan pertukaran informasi yang
terus-menerus. Lebih banyak bisnis diperluas, lebih besar tekanannya pada
bisnis tersebut untuk menemukan cara komunikasi yang lebih efektif – bersama
para pekerja dan dengan dunia di luar. Dengan demikian, bisnis dan komunikasi
berjalan bergandengan tangan
2. Unsur-unsur
komunikasi bisnis
v Memiliki
tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
v Pertukaran,
dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan
komunikan.
v Gagasan,
opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam
tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
v Menggunakan
saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan
media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara
bersamaan.
v Menggunakan
simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau
dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
v Pencapaian
tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau
lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya oleh manajemen.
3. Tujuan
komunikasi bisnis
a) Memberi
Informasi (Informing)
Memberikan
informasi seputar dunia bisnis terhadap pihak lain. Contoh, jika seorang
pimpinan perusahaan ingin memperoleh pegawai yang diharapkan, maka ia akan
memasang iklan melalui media. Dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan
pada setiap media, oleh karena itu harus pintar-pintar memilih mana media yang
paling tepat.
b) Memberi
Persuasi (Persuading)
Persuasi
diberikan kepada pihak lain agar apa yang disampaikan bisa dipahami dengan
benar. Hal seperti ini sering dilakukan terutama pada hubungan akan penegasan
konfirmasi pesanan pelanggan, dengan tujuan supaya kedua belah pihak
mendapatkan tidak ada yang dirugikan dan mendapatkan manfaatnya.
c) Melakukan
Kolaborasi (Collaborating)
Bekerja
sama dengan pihak lain atau yang biasa disebut dengan kolaborasi ini memudahkan
seseorang dalam melakukan kerja sama bisnis. Seiring dengan pesatnya kemajuan
teknologi komunikasi, seseorang bisa menggunakan berbagai macam media
telekomunikasi seperti telepon seluler dan media sosial dll. Teknologi
komunikasi sangatlah penting untuk mempererat dalam kerja sama bisnis.
4. Manfaat komunikasi
bisnis
Manfaat
dari komunikasi bisnis terbagi menjadi dua, manfaat internal dan manfaat
eksternal.
a) Manfaat
Internal : Komunikasi yang efektif di dalam perusahaan dapat menunjang karir
eksekutif perusahaan. beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam
mempromosikan suatu jenjang karir eksekutif supaya proses komunikasi berjalan
dengan baik yaitu:
Ø Kemampuan
manajemen
Ø Memiliki
ambisi untuk maju
Ø Kepercayaan
diri
Ø Kemampuan
bekerja keras
Ø Kemampuan
mengambil keputusan yang tepat
Ø Latar
belakang akademis
Ø Kemampuan
berkomunikasi efektif
Ø Berpenampilan
menarik
b) Manfaat
Eksternal : Menjalin komunikasi bisnis yang baik dengan pihak ketiga akan
berdampak positif dengan keberhasilan bisnis dan upaya membangun citra
perusahaan di mata masyarkat.
5. Contoh
Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan Konsumen, Investor, Supplier, Pemerintah
serta Sumber Daya Manusia
A. Contoh Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan
Konsumen
1. Surat Penjualan Produk
Penawaran
produk atau jasa kepada pihak lain merupakan hal yang wajar di dalam dunia
bisnis. Surat persuasif dapat digunakan untuk menjual produk tersebut. Isinya
mungkin akan lebih banyak kepada hal-hal yang sifatnya promotif. Namun hal ini
juga cukup efektif untuk diterapkan. Bentuk surat akan lebih banyak menawarkan
apa saja keunggulan produk dan ajakan untuk menggunakannya.
2. Pengenalan Produk
Pengenalan
Produk dilakukan dengan cara memberikan sentuhan emosional terhadap produk yang
dijual seperti adanya suatu reward (penghargaan) kepada konsumen yang loyal,
reward tersebut dapat berupa hadiah,
cinderamata atau lainnya.
Pengenalan
produk dengan cara menjelaskan manfaat produk yang dijual, sesuai dengan
keinginan pelanggan (customer), keinginan tersebut dapat berupa penjelasan
bahwa produk tersebut akan sangat berguna untuk kepentingan perusahaan,
kepentingan keluarga, kepentingan kelompok tergantung jenis produk yang
ditawarkan.
3. Apabila ada Komplain Pelanggan Perusahaan
harus memberikan :
o Jadilah Pendengar yang Baik un1tuk Meredakan
Emosi Pelanggan
o Tunjukkan Empati
o Segera Berikan Solusi yang Cerdas dan Tepat
o Ambil Keberanian untuk Bertanggung Jawab
atas Komplain
o Lakukan Tindakan untuk Mengobat Kekecewaan
Pelanggan 2
o Bersikaplah Luwes, Jangan Kaku
o Catat Semua Komplain sebagai Bahan Evaluasi
o Berdayakan Semua Karyawan untuk Dapat
Mengatasi Komplain dengan Baik
B. Contoh Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan
Investor
1. Surat Permohonan Investasi
Kerja sama
antar pelaku bisnis bisa berupa investasi. Permohonan investasi ini juga bisa
menggunakan surat persuasif. Bahasa-bahasa yang digunakan masih mengutamakan
bahasa formal yang profesional. Di dalamnya juga akan tertera ajakan-ajakan
tertentu yang memungkinkan pelaku bisnis untuk bisa menarik investasi. Dalam
surat ini biasanya juga akan ditunjukkan keuntungan-keuntungan apa saja yang
bisa didapatkan pihak lain pada saat bergabung untuk berinvestasi.
2. Promosi terhadap Investor
Manajemen
kami menawarkan akses melalui pertemuan individu atau kelompok dan conference
call. Kami mengembangkan dan menjaga hubungan baik dengan para analis karena
mereka memegang peranan penting dalam menginformasikan dan mengedukasi
komunitas investor.
C. Contoh Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan
Supplier
1. Surat Kerjasama bisnis
Perusahaan
atau lembaga bisnis lainnya akan menjalin kerja sama dengan pihak lain untuk
mengembangkan bisnisnya. Surat persuasif juga bisa digunakan untuk menjalin
hubungan kerja sama ini. Tentu saja ini akan disesuaikan dengan bagaimana
tujuan dari kerja sama yang akan dicapai dalam perusahaan tersebut.
D. Contoh Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan
Pemerintah
1. Regulasi Terhadap Produk Impor
Setiap
negara mempunyai kekuasaan terhadap produk yang dijual dinegaranya. Contoh:
Mainan yang diproduksi diluar negri tapi dijual di Amerika haruslah memenuhi
standar keaman yang berlaku seperti halnya yang berlaku bagi industri sejenis
yang berasal dari dalam negri.
2. Regulasi Terhadap produk Ekspor
Pemerintah
mempunyai kepentingan untuk mengetahui apakah produk-produk bisnis di ekspor
keseluruh dunia. Pemerintah pusat memperhatikan produk yang “dibuat Di Amerika”
merupakan produk berkualitas bagus. Perusahaan Amerika kadang-kadang mengekspor
produknya ke suatu negara yang dilarang oleh negara (Amerika) untuk melakukan
transaksi penjualan karena masalah keamanan.
3. Regulasi Pemerintah Terhadap Bisnis
Regulasi
adalah cara utama mendapatkan kebijakan publik. Karena pemerintah beroperasi
pada banyak tingkatan (pusat, povinsi, kabupaten), bisnis modern menghadapi
sejumlah regulasi yang komplek. Masyarakat mengandalkan pemerintah untuk
menetapkan aturan tingkah laku atau regulasi untuk masyarakat dan organisasi.
4. Regulasi terhadap Pajak
Satu hal
yang penting dari kebijakan publik berkaitan langsung dengan ekonomi. Kebijakan
fiskal mengacu pada pola perpajakan dan pengeluaran yang dimaksudkan untuk
menstimulasi atau mendukung ekonomi. Pemerintah mengeluarkan uang pada banyak
aktifitas yang berbeda. Pemerintah daerah mempekerjakan guru, pengumpul sampah,
polisi, dan pemadam kebakaran. Pemerintah provinsi mengeluarkan banyak uang
untuk jalan, layanan sosial, dan lahan parkir. Pemerintah pusat mengeluarkan
uang untuk pertahanan militer, hubungan internasional, dan ratusan proyek
pekerjaan publik.
E. Contoh Komunikasi Bisnis Perusahaan dengan
Sumber Daya Manusia
1. Surat Pendidikan dan Pelatihan
Dalam suatu
bisnis, kadang-kadang pengembangan di dalamnya membutuhkan suatu pendidikan dan
pelatihan. Surat persuasif bisa digunakan untuk mengajukan pendidikan dan
pelatihan ini pada lembaga lain. Ini bisa menunjang proses bisnis menjadi lebih
berkembang dengan progresif. Surat persuasif biasanya juga cukup efektif untuk
mengajukan pendidikan dan pelatihan bagi perkembangan bisnis tersebut.
2. Komunikasi sesama direktur.
3. Komunikasi sesama supervisor.
4. Komunikasi sesama manajer.
5. Komunikasi sesama staff.
6. Komunikasi sesama kepala departemen.
7. Komunikasi sesama ketua tim.
8. Komunikasi sesama project manager.
9. Komunikasi sesama administrator
https://pakarkomunikasi.com/contoh-komunikasi-horizontal-dalam-perusahaan
Komentar
Posting Komentar