Ilmu Alamiah Dasar: Kerusakan Lingkungan
Nama : Afika Nur Fadilah Fikri
NPM : 50216279
Kelas : 1DF03
PENDAHULUAN A. Latar belakang
Pada masa modern ini, lingkungan alam sekarang ini sudah sangat memprihatinkan. Banyak ancaman serius terhadap masa depan manusia mulai dari perubahan iklim serta lenyapnya ozon sampai ke polusi udara yang terkontaminasi dengan bahan beracun, misalkan asap pabrik dan sisa-sisa pembakaran kendaraan bermotor. Pada umumnya muncul karna kegagalan perekonomian untuk menilai dan memperhitungkankerusakan lingkungan hidup.
Didalam UUD No 23 tahun 1997 pasal 1 ayat (1) dijelaskan tentang pengertian lingkungan, yaitu kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk manusia serta perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang maka yang menjadi permasalahan fenomena kerusakan lingkungan adalah:
a. Apa yang melatar belakangi terjadinya kerusakan lingkungan?
b. Faktor-faktor apa saja penyebab kerusakan lingkungan?
c. Kerusakan llingkungan apa sajakah yang sering terjadi pada lingkungan sekitar?
d. Apa dampak dari kerusakan lingkungan?
e. Bagaimana kita mengupayakan mencegah kerusakan lingkungan?
f. Apa peran pemerintah mengenai kerusakan lingkungan?
D. DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN
Kerusakan lingkungan memberikan banyak dampak pada masyarakat atau makhluk hidup sekitar kita diantarnya :
1. Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat akibat penyebaran wabah penyakit menular.
2. Munculnya berbagai kerawanan sosial
3. Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat
4. Penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan
5. Kerusakan lingkungan yang berakibat fatal menimbulkan kerugian, baik material maupun jiwa.
E. UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
1. Reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak.
2. Mencegah penebangan liar dan menerapkan system tebang pilih
3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan bahan bakar alternative
4. Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagai lahan pertanian
5. Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan
6. Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah
7. Melakukan upaya remidiasi yaitu membersihkanpermukaan tanah dari berbagai macam polutan
Dengan Menerapkan prinsip 4R yaitu :
1) Reduce, artinya mengurangi pemakaian
2) Reuse, artinya memakai ulang
3) Recycle artinya mendaur ulang
4) Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organik.
F. PERAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI KERUSAKAN LINGKUNGAN
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang maka yang menjadi permasalahan fenomena kerusakan lingkungan adalah:
a. Apa yang melatar belakangi terjadinya kerusakan lingkungan?
b. Faktor-faktor apa saja penyebab kerusakan lingkungan?
c. Kerusakan llingkungan apa sajakah yang sering terjadi pada lingkungan sekitar?
d. Apa dampak dari kerusakan lingkungan?
e. Bagaimana kita mengupayakan mencegah kerusakan lingkungan?
f. Apa peran pemerintah mengenai kerusakan lingkungan?
PEMBAHASAN
A. Latar Belakang Kerusakan Lingkungan
Kerusakan lingkungan hidup merupakan deteorisasi lingkungan yang ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya fauna liar, dan kerusakan ekosistem. Kerusakan lingkungan merupakan salah satu ancaman yang paling berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia dan sudah diperingatkan langsung oleh High Level Threat Panel PBB. Rusaknya lingkungan terdiri dari beberapa tipe. Saat alam rusak karena dihancurkan dan kehilangan sumber daya, itu merupakan tanda bahwa lingkungan mengalami kerusakan.
Lingkungan alam yang rusak sangat berdampak terhadap kehidupan manusia sehingga berpotensi menghasilkan bencana untuk saat ini dan untuk masa-masa yang akan datang. Rusaknya alam bisa disebabkan oleh faktor alam dan juga manusia. Manusia saat ini semakin serakah dan tidak memperhatikan lingkungan. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kelangsungan alam untuk masa yang akan datang. Padahal jika kita tidak bisa menjaga lingkungan, tentu saja diri kita sendiri dan anak cucu kita yang akan rugi. Sebaliknya, jika kita menjaganya pasti generasi mendatang masih bisa menikmati keindahan alam dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Lingkungan alam termasuk tanah, air, hutan, dan udara perlu untuk dijaga supaya sumberdaya alam tetap lestati dan menghasilkan manfaat yang maksimal untuk kesejahteraan manusia. Lingkungan yang dimaksud di sini merupakan komponen lingkungan dimana di dalamnya terdapat unsur biotik dan abiotik. Jika lingkungan rusak, hal ini akan berdampak pada ekosistem darat, laut, dan semua makhluk hidup di dalamnya. Alam yang rusak tidak akan lagi menyediakan habitat yang sesuai untuk kehidupan makhluk hidup. Hewan biasanya akan berpindah untuk mencari tempat yang ideal supaya kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi.
Penyebab kerusakan alam akibat ulah manusia merupakan penyebab tertinggi dan sangat berpengaruh daripada faktor alam yang terjadinya tidak setiap hari. Banyak negara maju telah menaruh perhatian khusus terhadap kerusakan alam yang berakibat pada berubahnya iklim global. Jika iklim global berubah, hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu buli karena akumulasi gas emisi di atmosfer atau juga biasa kenal dengan istilah Global Warming atau Pemanasan Global. Indonesia sebagai negara berkembang juga telah mengalami masalah kerusakan alam yang memberikan dampak negatif untuk kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kerusakan lingkungan karena ulah manusia membawa penyakit, bencana, dan kerugian untuk diri mereka sendiri.
B. Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Lingkungan
1. Kerusakan akibat peristiwa alam
Peristiwa alam merupakan factor utama terjadinya kerusakan lingkungan, banyak makhluk hidup yang tidak dapat bertahan melawan seleksi alam, peristiwa alam itu meliputi, letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, kerusakan alam lainnya.
2. Kerusakan akibat ulah manusia
3. Kerusakan hutan
4. Pencemaran
- Terjadinya pencemaran yaitu pencemaran udara, air, tanah, dan suara, sebagai dampak adanya kawasan industri.
- Terjadi banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan juga merupakan dampak pengrusakan hutan.
- Terjadi tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan
- Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan secara liar).
- Perburuan liar.
- Merusak hutan bakau.
- Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
- Pembuangan sampah di sembarang tempat.
- Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS) dan pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
1. Sungai
Pencemaran sungai dapat disebabkan oleh hal-hal berikut :
- Pembuangan limbah industri ke perairan
- Pembuangan limbah rumah tangga (domestic) ke sungai, seperti air cucian, air bekas MCK.
- Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan.
- Terjadinya erosi yang membawa paetikel-partikel tanah ke perairan.
- Penggunaan racun dan bahan peledak
- Pembuangan limbah rumah sakit, limbah peternakan ke sungai
- Tumpahan minyak karena kebocoran tanker atau ledakan sumur minyak lepas pantai.
Adapun dampak pencemaran sungai sebagai berikut
- Mempercepat kematian biota yang ada di dalamnya, jika pun bisa bertahan maka akan terjadi mutasi dan jika dikonsumsi akan berakibat langsung pada kesehatan manusia.
- Mengurangi bahkan merusak kualitas airnya.
- Abrasi, berupa erosi lateral. Akan membawa material pinggir sungai yang mengakibatkan pendangkalan sungai. Akibatnya jika terjadi hujan lebat maka sungai tidak dapat menampung kapasitas airdan mengakibatkan banjir.
- Hunian di bantaran sungai akan mengakibatkan menghilangnya kealamian sungai karena proses kehidupan sungai.
2. Terumbu karang
Pada saat sekarang ini sudah banyak laporan atas dasar rusaknya terumbu karang, terumbu karang yang memanjang di lautan adalah keajaiban bawah air dengan warna yang berpendar berbentuk fantastis telah dicampur tangani oleh tangan-tangan kotor manusia.
Berbagai macam tekanan termasuk lumpur akibat penggundulan hutan dan polusi pantai akibat padatnya pengunjung pantai, yang mencekik mereka, dan pengambilan berlebihan oleh para pencari karang, nelayan, dan turis yang merusak dan mengurasnya.
Manfaat terumbu karang
- Sebagai tempat wisata
- Organisme-organisme terumbu karang lainnya menghasilkan bahan-bahan kimia yang bermanfaat untuk penelitian kanker dan AIDS.
- Bunga-bunga karang itu sendiri menghasilkan suatu pelindung matahari alamiah,
- Kerangkanya yang terbuat dari kapur dan berlubang lubang itu mengandung kemungkinan untuk dijadikan bahan cangkokan tulang manusia.
- Terumbu karang memberikan pelayanan tidak terhingga dengan melindungi tanah-tanah di dekat pantai dari kekuatan-kekuatan erosi laut.
- Sebagai sumber penghasilan para nelayan berskala kecil sangat tergantung pada terumbu karang dunia untuk mencari nafkah mereka maupun makanan sehari-hari.
3. Kerusakan hutan
Bencana banjir datang saat musim penghujan. Air yang meluap dari sungai sampai terkena banjir merugikan harta bahkan jiwa. Masalah yang datang ketika kemarau adalah kekeringan, semua masalah itu terjadi karena kerusakan hutan.
Hutan yang masih alami mempunyai pohon-pohon yang lebat dan perakaran yang baik dapat menyerap air ketika hujan datang dan menyimpannya dalam tanah di celah-celah perakaran, secara perlahan melepasnya melalui aliran sungai.
Hutan yang masih alami mempunyai pohon-pohon yang lebat dan perakaran yang baik dapat menyerap air ketika hujan datang dan menyimpannya dalam tanah di celah-celah perakaran, secara perlahan melepasnya melalui aliran sungai.
Fungsi hutan dalam mengendalikan fluktuasi debit air sungai sehingga saat hujan lebat tidak lebat dan pada saat kemarau tidak kekeringan. Hutan berfungsi dalam proses hydro-orologis mengatur tata air dan menjaga ketersediaan air bagi makhluk hidup.
Kerusakan hutan adalah berkurangnya luasan areal hutan Karena kerusakan ekosistem hutan, pengertian ini sering juga disebut degradasi hutan.
4. Pencemaran
Pencemaran didefinisikan sebagai suatu gejala masuknya zat-zat atau komponen lain ke dalam lingkungan atau ekosistem alami sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu.
a. Macam-macam pencemaran lingkungan
1) Pencemaran air
Pencemaran air merupakan peristiwa masuknya bahan berbahaya, merugikan atau tidak disukai ke dalam air dengan konsentrasi atau jumlah yang cukup besar.
Pencemaran air dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung terutama disebabkan oleh efluen atau limbah buangan dalam bentuk cairan dari kegiatan industry, pertanian dan rumah tangga.
Sementara itu pencemaran air secara tidak langsung terjadi karena adanya rembesan zat-zat kimia beracun dan berbahaya dari timbunan limbah industry, pertanian, dan rumah tangga kedalam perairan terbuka serta air dalam tanah.
2) Pencemaran udara
a) Asap
Asap tersusun atas partikel partikel kecil karbon dan tar yang berasal dari pembakaran batu bara di pusat-pusat pembangkit tenaga listrik atau dirumah-rumah. Di dalam tar mengandung terkandung bahan-bahan kimia penyebab kanker.
b) Kabut asap
Kabut asap adalah kabut tipis yang terjadi di kota kota dengan iklim tertentu. Kabut asap mengiritasi mata dan paru-paru, serta merusakkan tumbuhan. Kabu asap terbentuk ketika cahaya matahari dan ozon di udara bereaksi dengan oksida nitrogen serta hidrokarbon dari gas buangan kendaraan bermotor.
c) Karbon monoksida
Gas ini dihasilkan oleh gas buangan mobil dan truk. Jika tertutup, karbon monoksida berikatan dengan hemoglobin dalam darah membentuk senyawa yang stabil yaitu karboksihemoglobin (HbCO).
d) Karbon Dioksida
Karbon dioksida dibutuhkan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Gas karbon dioksida yang ada di udara selain berasal dari proses alam, seperti respirasi makhluk hidup, dekomposisi bahan organik, fermentasi, pelapukan batuan, dan pengaruh magma di permukaan tanah, juga berasal dari bekas pembakaran manusia.
3) Pencemaran tanah
Tanah merupakan subtansi yang menyusun kerak bumi. Mineral-mineral yang terkandung dalm tanah menjadi sumber kehidupan tumbuhan. Yang dimaksud dengan pencemaran tanah adalah suatu dampak limbah rumah tangga, industry dan penggunaan pestisida yang berlebihan pada tanah.
Pestisida adalah subtansi yang digunakan untuk memngontrol organisme yang mengganggu tanaman hasil usaha manusia yang terlibat dalam penyebaran penyakit.
D. DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN
Kerusakan lingkungan memberikan banyak dampak pada masyarakat atau makhluk hidup sekitar kita diantarnya :
1. Menurunnya tingkat kesehatan masyarakat akibat penyebaran wabah penyakit menular.
2. Munculnya berbagai kerawanan sosial
3. Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat
4. Penurunan produktivitas lahan pada sentra-sentra pangan
5. Kerusakan lingkungan yang berakibat fatal menimbulkan kerugian, baik material maupun jiwa.
E. UPAYA PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
1. Reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak.
2. Mencegah penebangan liar dan menerapkan system tebang pilih
3. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan bahan bakar alternative
4. Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagai lahan pertanian
5. Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan
6. Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah
7. Melakukan upaya remidiasi yaitu membersihkanpermukaan tanah dari berbagai macam polutan
Dengan Menerapkan prinsip 4R yaitu :
1) Reduce, artinya mengurangi pemakaian
2) Reuse, artinya memakai ulang
3) Recycle artinya mendaur ulang
4) Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organik.
F. PERAN PEMERINTAH DALAM MENGATASI KERUSAKAN LINGKUNGAN
- Mengeluarkan UU pokok Agraria No. 5 tahun 1960 yang mengatur tentang tata guna tanah.
- Menerbitkan UU No. 4 tahun 1982, tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup
- Memberlakukan peraturan pemerintah RI No. 24 tahun 1986 tentang Analisa Mengenai Dampak Lingkungan
- Pada tahun 1991, pemerintah membentuk badan pengendalian lingkungan.
KESIMPULAN
Pada pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa kerusakan lingkungan ini karena kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya melestarikan alam. Masyarakat masih sebagai obyek program/kegiatan pemerintah. Partisipasi telah dimulai pada lingkup lingkungan setempat yang dilaksanakan secara spontan. Tingkat partisipasi dilakukan di lingkuungan setempat dan kebijakan pemerintah daerah tentang penanggulangan kerusakan sangat kurang.
DAFTAR PUSTAKA
http://yhulianayuli.blogspot.co.id/2014/01/makalah-kerusakan-lingkungan.html
http://baginikmat.blogspot.co.id/2015/11/makalah-kerusakan-lingkungan-hidup.html
Komentar
Posting Komentar